Apa yang Anda lihat pertama kali dari brosur tentang produk otomotif seperti mobil?

Pertanyaan standar yang pertama kali saya ajukan kepada teman-teman saya yang hobi berburu mobil baru. Ada yang menjawab desainnya, fiturnya, kelengkapan aksesorisnya, ada juga yang menjawab spesifikasi detail mesin mobil itu sendiri.

Nah, kalau pertanyaan itu diajukan kepada saya, jawabannya adalah jawaban yang terakhir di atas: Spesifikasi detail mesin mobil. Bagi saya, butuh waktu yang lama untuk mengerti segala macam tulisan di brosur. Mulai dari “Max. Torque” dengan N.m/rpm, kemudian “Max. output power” yang dinyatakan dengan PS/rpm, compression ratio, engine type, hingga gear ratio. Sebenarnya sih masih banyak lagi yang bisa dilihat dari spek detail dari mesin mobil. Tapi saya cuma ngertinya itu doang :P heheheh… Mari kita bahas satu per satu. FYI, konten dari tulisan ini mengacu kepada beberapa situs tentang Power dan Automotives. Good starting point is http://auto.howstuffworks.com, dan mungkin sedikit wikipedia :)

Maximum Torque
Kolom informasi ini menyatakan torsi maksimum yang dapat dihasilkan oleh mesin untuk memutar crankshaft (http://en.wikipedia.org/wiki/Crankshaft). Informasi ini biasanya digunakan oleh sales atau dealer untuk menyatakan seberapa besar tenaga yang bisa dihasilkan oleh mesin sebuah mobil untuk membawa beban yang berat. Misalnya mobil yang digunakan untuk menderek mobil lain, membutuhkan torsi yang lebih besar ketimbang digunakan untuk pemakaian mobil secara normal. Nissan Pathfinder misalnya, memiliki torsi 403Nm pada rotasi 2000RPM. Dengan torsi sebesar ini, Nissan Pathfinder mampu mengandeng sebuah Boat di jalan raya. Memang seperti itu iklannya di Afrika Selatan.

Bagaimana dengan Nissan Grand Livina? Pada brosur tertulis 15.1 kg.m@4400RPM. Entah kenapa, kebanyakan brosur mobil di Indonesia selalu menggunakan satuan kg.m@RPM ketimbang Nm@RPM. Mari kita menggunakan ilmu fisika mekanika sederhana. Torsi adalah besarnya gaya yang diberikan dikalikan dengan jarak dari pusat putaran. Dengan memperhitungkan gaya adalah massa dikali percepatan gravitasi. Sehingga, untuk mengkonversi kg.m@RPM menjadi Nm@RPM tinggal dikalikan dengan konstanta percepatan gravitasi yaitu sebesar 9.8m/s2. Karena brosur di Indonesia menggunakan satuan kg.m@RPM maka tinggal kita konversikan torsi maksimum Nissan Pathfinder dari 403Nm@200RPM menjadi 41.12 kg.m@2000RPM.

Dari data di atas, bisa kita lihat bahwa Nissan Pathfinder hanya menbutuhkan informasi pada Tachometer di mobilnya pada 2000 rpm saja. Sedangkan Nissan Grand Livina 1.5L dengan rotasi mesin yang lebih menderu dan berotasi lebih tinggi, hanya menghasilkan torsi maksimum jauh di bawah Nissan Pathfinder. Jadi, jangan coba2 menarik boat dengan Nissan Grand Livina kalo gak pingin mesin jadi lebih cepat panas.

Maximum Power
Kolom informasi ini biasanya di-claim oleh dealer sebagai informasi yang menunjukkan seberapa besar tenaga mobil, jadi bisa dapet bayangan kalo nanjak di daerah Puncak Pass gimana :) sebenarnya, informasi dari dealer itu juga benar. Misalnya angka Max. Power pada mobil Nissan Grand Livina 1.5L sebesar 109PS pada putaran mesin 6000rpm. Untuk diketahui, putaran mesin 6000rpm di Nissan Grand Livina 1.5L sudah termasuk garis redline yang berarti putaran mesin yang tidak dianjurkan terjadi. Karena bisa menyebabkan mesin menjadi cepat panas.

Biasanya informasi ini ditulis menjadi 109@6000 atau 109/6000. Ini artinya, mesin mobil ini pada putaran mesin 6000 rpm akan menghasilkan tenaga 109PS. Satuan yang digunakan adalah PS yang merupakan singkatan bahasa Jerman dari kata Pferdestärke, yang berarti Tenaga Kuda. Menurut Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Horsepower, konversi satuan PS ke satuan Watt adalah sebagai berikut:

1 PS = 0.73549875 kW

Kebanyakan brosur mobil yang beredar di Indonesia menggunakan satuan PS. Tapi, kalo misalnya kita sedang mencari informasi mobil yang gak masuk Indonesia–misalnya Nissan Pathfinder, ternyata satuannya dalam kW (kilo Watt), tinggal dikonversikan saja dengan nilai di atas. FYI, Nissan Pathfinder ST 2.5L Intercooled Turbo Diesel di Australia (http://www.nissan.com.au/Pathfinder/specifications.asp) memiliki tenaga maksimum sebesar 126@4000, tapi dinyatakan dalam satuan kW@rpm. Berarti sama dengan 92.67 PS pada putaran mesin 4000rpm. (Again, it’s a simple math, isn’t it?)

Apa kesimpulan yang bisa ditarik dari kedua mobil ini? Apa itu berarti Nissan Grand Livina 1.5 Bensin lebih bertenaga ketimbang Nissan Pathfinder ST 2.5L Intercooled Turbo Diesel? Belum tentu Nissan Grand Livina lebih bertenaga ketimbang Nissan Pathfinder. Andai saja data tersebut di sebutkan pada RPM yang sama, mungkin baru bisa kita tarik kesimpulan PS yang lebih tinggi tentu lebih bertenaga. Misalnya, pada Nissan Grand Livina 1.8L Bensin, data Max. Powernya 126/5200. Artinya, dibandingkan dengan Nissan Grand Livina 1.5, dengan putaran mesin yang lebih rendah pun tenaga yang dihasilkan Nissan Grand Livina 1.8 lebih besar. Tapi dengan Pathfinder? Pada data yang lain, yaitu informasi Maximum Torque (Torsi maksimum) Nissan Grand Livina 1.5L sebesar 15.1 Kg.m@4400rpm setara dengan 147.98 Nm@4400RPM.

Dengan rumus dari wikipedia:


didapat bahwa:

kW = t * RPM / 9549

Dengan matematika sederhana, didapat tenaga pada rotasi mesin Nissan Grand Livina 1.5L di putaran 4400 RPM sebesar 68.19 kW. Bila dikonversikan ke satuan PS maka didapat 92.71 PS pada rotasi mesin 4400 rpm. Berarti Nissan Grand Livina pada putaran mesin yang mendekati sama dengan putaran mesin Nissan Pathfinder, menghasilkan tenaga yang mendekati sama pula. Tapi ingat, bahwa Nissan Grand Livina masih bisa digenjot menghasilkan tenaga yang lebih besar hingga 109PS pada putaran 6000rpm. Jadi, dari data tersebut, masih bisa ditarik kesimpulan bahwa tenaga Nissan Grand Livina 1.5L lebih besar daripada Nissan Pathfinder ST 2.5 Intercooled Turbo Diesel.

Sebagai ilustrasi, silakan lihat artikel di HowStuffWorks (http://science.howstuffworks.com/fpte5.htm).

Nah, dengan berbekal dua informasi ini saja, saya lebih tertarik ke Nissan Grand Livina 1.5L ketimbang varian lain yang telah saya sebutkan di posting sebelumnya… Jadi pilihan saya secara hitung-hitungan di atas kertas sudah pas, tinggal mencobanya saja nanti :)

Sebagai bahan informasi yang saya dapat dari perbandingan mobil yang sempat saya pilih.

Daihatsu Xenia 1.0 Li dan Mi
Maks. Torsi 9.2 kg.m@4400RPM
Maks. Tenaga 63 PS@6000RPM

Daihatsu Xenia 1.3 Xi
Maks. Torsi 12.2 kg.m@4400RPM
Maks. Tenaga 92 PS@6000RPM

Toyota Avanza 1.3 M/T
Maks. Torsi 12.2 kg.m@4400RPM
Maks. Tenaga 92 PS@6000RPM

Toyota Avanza 1.5 M/T dan A/T
Maks. Torsi 14.4 kg.m@4400RPM
Maks. Tenaga 109 PS@6000RPM

Honda Jazz i-DSI M/T Tahun 2005
Maks. Torsi 13.1 kg.m@2700RPM
Maks. Tenaga 87 PS@5500RPM

Honda Jazz VTEC M/T Tahun 2005
Maks. Torsi 14.6 kg.m@4800RPM
Maks. Tenaga 110 PS@5500RPM

Daihatsu Terios M/T
Maks. Torsi 14.5 kg.m@4400RPM
Maks. Tenaga 109 PS@6000RPM

Berikut ini link yang saya gunakan untuk mencari tahu informasi tentang Torsi dan Tenaga

http://www.epi-eng.com/piston_engine_technology/power_and_torque.htm
http://craig.backfire.ca/pages/autos/horsepower
http://en.wikipedia.org/wiki/Torque
http://en.wikipedia.org/wiki/Horsepower
http://jeb.biologists.org/cgi/content/abstract/140/1/187