Kalau dipikir-pikir, untuk hidup di kota besar di Indonesia masalah transportasi sepertinya tidak menjadi masalah utama. Kendaraan umum banyak menyentuh kantung-kantung perumahan dan menghubungkannya ke daerah industri.
Untuk lima tahun terakhir, saya sendiri masih nyaman naik kendaraan umum. Angkutan umum seperti angkot dan moda transportasi khalayak ramai bersinggungan dengan tempat kerja saya. Meski dengan keterbatasan waktu beroperasi, masih ada taksi yang bisa digunakan bila diharuskan mengerjakan kerjaan hingga larut malam pagi. Atau bila butuh kendaraan yang lumayan luwes, gunakan transportasi yang sering diasosiasikan dengan artis muda yang british, ojek. Bisa salip kiri, nyusup di antara mobil, bahkan kalo dapet tukang ojek yg gahar, lampu merah diterobos, trotoar dinaikin, ngelawan arus lalulintas, dan itu pun menggadaikan rasa aman untuk tiba di tempat tujuan. (lagi…)